oleh

Bupati Batu Bara Berkunjung ke Pusat Teknologi Metrologi Radiasi Batan

BatuBaraToday- Bupati Batubara Ir H Zahir, MAP didampingi Asisten III Sahala Nainggolan, Kadis Pertanian, Kadis Ketahanan Pangan dan Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Batubara diterima langsung oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Prof Dr Ir Anhar Riza Antariksawan beserta unsur pimpinan lainnya di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi Batan, Jakarta, Jum’at (11/9).

Prof Anhar Riza menyampaikan bahwa Aplikasi Iptek Nuklir, khususnya dalam Pemanfaatan Teknologi Isotop dan Radiasi memiliki prospek yang sangat bagus. Banyak sekali produk yang sudah beredar di pasaran yang sebenarnya tanpa diketahui oleh masyarakat dalam prosesnya terlibat peran Teknologi Nuklir,

Sembari mengenalkan produk-produk yang telah dihasilkan Batan, Anhar menjelaskan untuk sterilisasi produk kesehatan dan herbal, untuk pembuatan material fungsional, digunakan untuk penentuan dinamika unsur hara tanaman, pemanfaatan Nuklir untuk Produktivitas Ternak, dan juga pemuliaan mutasi pada varietas tanaman. Hingga saat ini BATAN telah menghasilkan 28 varietas padi, 12 varietas kedelai, 3 varietas sorgum dan 1 varietas kapas.

Dalam kesempatan itu Bupati Batubara Ir H Zahir, MAP menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada kepala Batan beserta unsur pimpinan lainnya yang telah menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten Batu Bara.

Persepsi awal mendengar Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) adalah mengenai senjata nuklir yang pada umumnya kita bayangkan. Ternyata Batan ini memiliki teknologi yang sangat baik di sektor pertanian, mulai dari masalah pengolahan tanah, varietas tanaman, pengolahan hasil panen dan lainnya.

Inilah yang memberikan aroma kehidupan bagi masyarakat petani di Indonesia. Di sini Pemerintah Kabupaten Batu Bara akan melakukan MoU dengan Batan yang nantinya melalui riset-riset yang dilakukan diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan pertanian di Batu Bara sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

” Harapan saya kepada Pemerintah Pusat, melalui Presiden Republik Indonesia yang ingin menjadikan Indonesia memiliki Kedaulatan Pangan, ini bisa didahului dengan mendirikan Iradiator pada daerah-daerah, minimal pada setiap provinsi, “ujar Bupati. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed