oleh

Pemkab Batu Bara akan Bedah 381 Rumah tidak Layak Huni

EPAPER

Batu BaraToday- Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Batubara memberikan pengarahan kepada puluhan peserta Tim Teknis, Koordinator Fasilitator (Korfas), Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS),

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perkim Norma Delli ketika secara resmi membuka pembekalan Korfas di Aula Bayuwangi Kecamatan Lima Puluh, Selasa (2/3/2021)

Menurutnya, kegiatan ini merupakan pembekalan yang dilaksanakan guna memberikan pemahaman kepada Korfas dan TFL agar mampu mendampingi masyarakat penerima bantuan dalam pelaksanaan pembangunan rumah yang mendapatkan program BSPS

“Kegiatan ini salah satu program Bupati Batubara melalui Dinas Perkim, guna meningkatkan kualitas masyarakat di Batubara dan tidak ada lagi yang memiliki rumah tidak layak huni lagi / kumuh”, ujarnya.

Rehab rumah tidak layak huni sejak tahun 2018, maka kita perlu melakukan pembekalan Korfas dan TFL agar tidak melakukan hal -hal yang tidak diinginkan dan perlu kita menghadirkan narasumber dari Satreskrim Polres Batubara,

“Kami berupaya agar masyarakat yang mendapatkan bantuan Program BSPS bisa didampingi oleh Korfas dan TFL yang benar-benar memahami tugas dan bagaimana program tersebut dilaksanakan di lapangan, agar para petugas pendamping program BSPS di Kabupaten Batubara dapat mengaplikasikan apa yang telah disampaikan dalam pembekalan ini dengan sebaik-baiknya. Salah satu target pelaksanaan Program BSPS adalah bekerja dengan 3T yakni Tepat Waktu, Tepat Mutu dan Tepat Sasaran,

“Mari kita bantu masyarakat dalam mengentaskan rumah tidak layak huni. Saya berharap para Korfas dan TFL dapat segera terjun ke lapangan untuk mengecek data dan melakukan pemantauan terhadap rumah masyarakat yang memang tidak layak huni untuk mendapat bantuan bedah rumah dari Dinas Perkim, ”tandasnya.

Pada tahun ini Dinas Perkim mendapatkan sumber dana dari APBD sebanyak 207 Rumah dan Dana Dak 124 Rumah, Provinsi 50 Rumah, sementara dari kementerian, masih menunggu dan belum diketahui besarannya, ujarnya.

Narasumber lainnya turut menyampaikan mekanisme perkara korupsi yang disampaikan Iptu Ruslan Tambunan, KBO Reskrim Polres Batubara. (ru)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed